Saturday, March 9, 2013
Tenggelam di
Kolam Renang Hotel.
Di saat masa reses setelah ujian
kenaikan kelas sewaktu SD, Aku diajak sepupuku untuk berlibur di salah satu
hotel di Yogyakarta.” Dari pada domblong di
sini, bagaimana kalau kita berlibur ke hotel saja?”, ajak Dona, salah satu
sepupu perempuan ku.” Hah, hotel..? apa itu hotel?”, tanyaku dengan heran.
Maklum saja saat itu aku baru duduk di kelas 2 SD, walaupun aku pernah
mendengar kata Hotel, tapi aku tidak tau artinya.” ya ampun, hotel aja nggak
tau. Hotel itu adalah.. adalah.. , susah ngejelasinnya, pokoknya kamu ikut aja
deh, nanti pasti tau sendiri hotel itu apa”, Jawab Dona dengan gayanya.
” Ogah ah, aku disini punya teman bermain yang banyak kok, dan seumuranku lagi”, tolak ku. Pada saat itu, aku memang lebih suka bermain bersama tetangga daripada bermain bersama sepupuku. Maklum saja sepupuku ada 5 orang, tetapi yang seumuran denganku hanya 2 orang itu pun perempuan semua, sedangkan 3 lainnya laki-laki tetapi perbedaan umur denganku sangat jauh sekali. Hal itulah yang membuatku lebih suka bermain bersama tetanggaku daripada bersama sepupuku.” Ayolah! ikut saja, nanti kalau ikut kubelikan tamiya deh”, tawar Mas Doni, sepupuku yang laki-laki.” Tapi janji ya, Tamiya lho..!”, paksa ku.” Iya-iya”, jawab Mas Doni dengan tegas. Akhirnya akupun mau berlibur ke hotel hanya demi sebuah tamiya.
” Ogah ah, aku disini punya teman bermain yang banyak kok, dan seumuranku lagi”, tolak ku. Pada saat itu, aku memang lebih suka bermain bersama tetangga daripada bermain bersama sepupuku. Maklum saja sepupuku ada 5 orang, tetapi yang seumuran denganku hanya 2 orang itu pun perempuan semua, sedangkan 3 lainnya laki-laki tetapi perbedaan umur denganku sangat jauh sekali. Hal itulah yang membuatku lebih suka bermain bersama tetanggaku daripada bersama sepupuku.” Ayolah! ikut saja, nanti kalau ikut kubelikan tamiya deh”, tawar Mas Doni, sepupuku yang laki-laki.” Tapi janji ya, Tamiya lho..!”, paksa ku.” Iya-iya”, jawab Mas Doni dengan tegas. Akhirnya akupun mau berlibur ke hotel hanya demi sebuah tamiya.
Keesokan harinya, keluarga besarku
berlibur ke Hotel seperti yang telah direncanakan.” Semuanya sudah siap?” tanya
ibuku kepada semua keluarga besarku.” SIAP!” semua menjawabnya dengan penuh
semangat.” Baiklah, ayo berangkat!”, ajak Ibuku. Kamipun berangkat menuju
Hotel. Dari rumahku sampai ke hotel tersebut kira-kira 1 jam perjalanan. Kami
berangkat dari rumah pukul 8.40 pagi dan sampai di hotel sekitar pukul 10.00
pagi. Sesampainya di hotel, Ibu dan tanteku langsung memesan kamar di meja
reservasi. Sedangkan aku dan sepupuku yang lainnya menunggu di ruang tunggu.
Setelah memesan kamar kami langsung naik lift untuk mempercepat waktu menuju
kamar yang dituju. Kamar kami semua berada di lantai 16. Saat tiba di lantai
16, semua keluargaku keluar dari lift, kecuali aku dan kakaku.” Sebentar dulu,
aku masih ingin menaiki benda aneh ini”, ujarku kepada ibuku. “ Baiklah, tapi
jangan lama-lama ya! Nanti kalau sudah puas bermain liftnya, langsung cari
kamar nomor 106 ya!” perintah ibu.” ok”, akupun menjawabnya dengan lantang. Kemudian
aku ingin menuju lantai paling atas hotel ini. Tetapi akt tidak tahu caranya.”
Bagaimana caranya agar lift ini menuju lantai yang paling atas?”, tanyaku
dengan heran kepada kakakku.” Begini caranya, kita cari tombol ysng bertuliskan
TOP. Jika sudah ketemu tekan tombol tersebut. Kemudian kita tinggal menunggu
pintu lift ini terbuka. Jika pintu lift ini terbuka berarti kita sudah sampai pada
lantai yang diinginkan. Begitu caranya”, jawab kakakku dengan jelas. Akupun
mencobanya sesuai yang diajarkan kakakku.” Wah.. benar. Kita sudah sampai pada
lantai tertinggi dari hotel ini”, kagumku.” Lalu bagaimana jika ingin kembali ke
lantai kamar kita?” tanyaku.” Sama saja caranya. Tadi kita memesan kamar di
lantai 16 kan. Jadi, kita tinggal cari tombol yang bertuliskan angka 16 saja”,
jelas kakakku.” Baiklah. Akan kucoba”. Setelah menunggu beberapa detik, kami
sudah berada di tempat semula.” Baiklah, aku sudah puas bermain liftnya. Sekarang
aku mau istirahat dulu. Tadi ibu menyarankan kita menuju kamar nomor berapa
ya?” ,tanyaku lupa.” Kalau tidak salah sih, kamar 106” jawab kakakku. Kami pun
langsung menuju kamar tersebut. Setelah masuk kamar. Perasaanku kagumku
langsung muncul,” Wah, rapi benar kamar ini. Semuanya tertata rapi dan elegan”.
Akan tetapi pengelihatanku tertuju pada sebuah kasur yang rapi dan terlihat
empuk. Akupun langsung membaringkan tubuhku pada kasur tersebut.” Empuk sekali
kasur ini, aku rasa aku akan tidur sedikit lama pada siang hari ini” kataku
dalam hati. Akan tetapi perasaan lelahku sedikit hilang karena melihat
buah-buahan segar yang berada di atas meja.” Bu, bolehkah aku memakan
buah-buahan segar yang berada di atas meja itu?” tanyaku penasaran.” Tentu,
buah-buahan itu memang untuk kita. Makanlah buah-buahan itu sesuka, mu” jelas
Ibu. Dengan sekejap kilat aku langsung bangun dan mengambil sebuah manggis yang
ada di atas meja. Rasanya manis sekali dan tentunya sangat segar sekali. Sambil
memakan manggis, aku menonton TV sekaligus untuk menyegarkan pikiranku. Setelah
selang beberapa menit aku merasa ngantuk dan akhirnya tertidur.
Saat aku bangun, senja hari telah
menyapa. Dan di saat itu pula para sepupuku mengajaku untuk berkeliling melihat
hotel yang luas ini. Setelah berjalan selama setengah jam, aku mendapat
kesimpulan bahwa hotel ini sangat luas sekali. Fasilitasnya pun sangat lengkap
dan beragam, ada kolam renang, taman, tempat fitness, pemancingan, dll.”
Bagaimana jika esok hari kita berenang di kolam renang ini?” tanya Dona kepada
sepupu yang lain. “Boleh,
daripada hanya diam di kamar melulu” jawab mas Doni.” Ya betul aku setuju.”
Jawabku dengan semangat. Akhirnya kami semua setuju bahwa esok hari kami akan
renang di kolam renang tersebut saat matahari mulai terbit di ufuk timur. Tak
terasa hari sudah hampir gelap. Lalu, kami langsung segera kembali ke kamar
hotel untuk mandi. Karena suhu udara di hotel sangat dingin, aku meminta ibuku
untuk membuatkanku air panas untuk mandi.” Bu, tolong aku buatkan air panas
untuk mandi ya?” mintaku dengan lembut.” Baiklah “ jawab ibuku. Tetapi hal aneh
muncul di hadapanku. Biasanya ibuku membuat air panas dengan ceret tetapi pada
kali ini ibu hanya memutar keran saja dan air panaspun keluar.” Bagaimana bisa
air panas keluar begitu saja dari kran air bu, padahal kan kran di rumah hanya
bisa menghasilkan air dingin saja bu?”, tanyaku penasaran. Ibupun menjelaskan,
“ He..he..he.. jadi kamu penasaran ya
terhadap kran ini? Hal ini bisa terjadi karena panel surya yang mengubah energi
panas matahari menjadi panas air” jelas ibuku.” Tapi, apa itu panel surya?”,
tanyaku yang masih penasaran.” Itu adalah..
begini saja, ibu susah menjelaskannya jadi besok kamu lihat sendiri saja
ya. Sekarang kamu mandi sana, keburu air panasnya hilang nanti!” jawab ibuku.”
Baiklah, Bu” kataku. Langsunglah bergegas aku mandi agar air panasnya tidak
dingin. Setelah mandi aku dan seluruh keluarga besarku makan malam di restoran
yang berada di lantai dasar. Makanan di restoran tersebut banyak sekali
ragamnya dan rasanya pun sangat lezat.” Makanlah yang banyak anak-anakku. Di
umur yang masih muda penuhilah gizimu dengan makanan sehat dan baik untuk
kesehatan” kata Pakde ku.” Iya, pakde”, jawab kami semua dengan semangat.” Pada
malam hari ini, aku makan banyak sekali, sampai-sampai perut ini terasa mau
meledak” kataku kepada semuanya. Semuanya pun langsung tertawa mendengar
penjelasanku. Setelah selesai makan malam kami langsung kembali ke kamar
masing-masing untuk istirahat malam. “Sungguh nikmat malam ini, aku dapat makan
sepuasnya dan enak lagi, apalagi ditambah dengan kasur yang empuk untuk
menemani tidurku malam ini” ungkapku dalam hati. Akhirnya akupun langsung
tertidur pulas.
Saat
matahari menyapa, akupun membalas sapaan tersebut dengan bangun di pagi hari.
Sesuai dengan rencana sepupu-sepupuku, kami akan berenang pagi hari ini.
Tetapi, kami harus sarapan terlebih dahulu agar kami tidak keleleran saat
renang nanti. Setelah sarapan kami tidak pikir panjang, kami langsung terjun
menuju kolam renang. Byyurr... semua
dari kami bergantian melompat menuju kolam renang.” Brr... dingin sekali air pada kolam renang ini”
ungkapku kegirangan. Awalnya kami hanya bermain air saja di kolam renang,
tetapi semua itu buyar ketika kami melihat papan seluncur yang menganggur.”
Hey.. lihat ada papan seluncur, kita
main papan seluncur aja yuk..” ajak kakakku.” Ya!”, jawab kami kegirangan. Kami
pun bergantian menikmati papan seluncur itu. Semua sepupuku menikmati permainan
ini. Setelah setengah jam ibuku yang berada di pinggir kolam renang memanggil
kami untuk meminum teh.” Ayo cepat.. minum teh dahulu, agar hangat badan
kalian” ajak ibuku.Satu-satu dari kamipun mulai menuju pinggir kolam renang untuk
meminum teh yang di tawarkan Ibuku. Hangat betul rasanya meminum teh ini.
Setelah selesai meminum teh kami langsung melanjutkan kegiatan berenang kami.
Ternyata para sepupuku yang laki-laki sudah mulai bosan bermain papan seluncur.
Karena ini adalah kolam renang yang sangat luas para sepupu laki-lakiku memilih
menuju kolam renang yang lebih dalam, ingin rasanya aku mengikuti mereka tetapi
ibu dan sepupuku yang laki-laki melarangku untuk mengikutinya agar aku tidak
tenggelam. Akupun melaksanakan larangan tersebut. Jadi, aku berenang di tempat
yang dangkal bersama sepupu perempuanku. Akan tetapi Dona menantangku agar
berani mendekati kolam yang dalam tersebut, jika tidak berani banci namanya.”
Kamu berani tidak menuju kolam yang dalam itu, kalau tidak berani banci
namanya, berani tidak?” tantang Dona.“ Berani, aku kan anak laki-laki, apapun
rintanganya akan aku lewati “, jawabku
dengan lantang, padahal hati kecilku mengatakan bahwa aku tidak berani, tetapi
aku tetap memberanikan diri demi harga diri. Akhirnya akupun mendekati kolam
yang dalam itu tanpa sepengetahuan Ibuku. Perasaan gemetarpun mulai muncul
dalam benakku, tetapi aku tetap memberanikan diri mendekati kolam tesebut. Dan
di saat aku berjalan menuju kolam yang dalam, salah satu kakiku tidak bisa
menapak lagi dengan dasar kolam tersebut. Hal itu berarti aku telah sampai di
kolam yang dalam. Tetapi hal burukpun menimpa diriku, aku tenggelam. Aku
langsung menggerakan seluruh anggota tubuhku agar aku tetap bisa berada di
permukaan air, tetapi hal itu sia-sia bukannya aku mendekati permukaan, tetapi
malah menjauhi permukaan air. Akhirnya akupun putus asa, dan tidak bergerak
sama sekali. Tetapi tubuhku yang diam itu malah membuatku mendekati permukaan
air. Dan di saat aku sampai di permukaan
air, “ TOLONG.. TOLONG.. AKU TENGGELAM” pinta tolongku kepada yang mendengar pertolonganku.
Dan Pakdeku pun langsung meloncat dan menyelamatkanku dari kejadian ini.
Akhirnya akupun selamat dan langsung di bawa ke pinggir kolam renang. Setelah
sampai di pinggir kolam renang aku diberi teh hangat, untuk menghangatkan
tubuhku lagi, setelah tenggelam. Dan akupun langsung minta pulang,”Pulang..
pulang.. aku ingin pulang”.” Baiklah kita akan pulang sekarang” jawab ibuku.
Tetapi ibuku salah menafsirkannya maksudku adalah pulang ke kamar hotel, tetapi
Ibuku malah mengajaku pulang ke rumah.” Wah.. akhirnya liburanku selesai pada
hari di saat aku tenggelam” ungkapku dalam hati. Padahal sebenarnya aku masih
ingin lebih lama di hotel ini, tapi tak apalah. Walaupun demikian, aku mendapatkan
pelajaran berharga bahwa kata orangtua itu adalah mutiara, jika dinodai maka
akan ada timbal baliknya. Jadi lakukanlah perintah orangtua, jika tidak maka
kau akan menyesal.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment