Subscribe:

About Me

Thursday, March 7, 2013

Induksi elektromagnetik



·        telah dibuktikan oleh H.C Oersted bahwa disekitar kawat yang berarus listrik terdapat medan magnet.
·        Tahun 1821 Michael Faraday dapat membuktikan bahwa perubahan medan magnet dapat menimbulkan arus listrik yang disebut arus induksi.
·        Induksi elekromagnetik adalah gejala perubahan jumlah garis gaya magnet di dalam kumparan.
·        Alat untuk mengetahui ada tidaknya arus yang mengalir disebut Galvanometer.
·        Jika jarum Galvanometer menyimpang, artinya ada aliran arus listrik, tetapi jika tidak menyimpang maka tidak ada aliran arus listrik.
·        Saat kutub magnet digerakan keluar masuk kumparan jarum galvanometer menyimpang, berarti gerakan keluar masuk magnet dapat menimbulkan arus listrik.
·        Terjadinya arus listrik karena di ujung kumparan terdapat GGL yang disebut dengan GGl induksi.
·        Penyebab terjadinya GGL induksi adalah :
A.   Perubahan garis gaya magnet yang masuk dan keluar kumparan
1.      Gerak keluar masuk magnet terhadap kumparan yang diam.
2.      Memutar magnet di sekitar kumparan.
3.      Menggerakan kumparan dekat magnet yang diam.
B.   Mengubah arus yang mengalir.
·           Faktor-faktor yang memperkuat GGL induksi, antara lain :
1.    Menggunakan magnet yang kuat
2.    Memperbanyak jumlah lilitan kumparan.
3.    Mempercepat putaran ( rotor)
4.    Memasukan inti besi ke dalam kumparan.
B.Generator atau Dinamo
              Generator adalah alat yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik.
              Bagian-bagian generator :
1.      Bagian yang diam disebut stator berupa magnet.
2.      Bagian yang bergerak atau berputar disebut Rotor berupa kumparan.
3.      Komulator ( Cincin ) :
a.  Cincin belah mengubah arus AC menjadi DC
b.  Cincin penuh


C.              Transformator.
Transformator atau trafo adalah alat untuk mengubah tegangan AC.
Macam-macam trafo :
·      Trafo step down
-          Untuk menurunkan tegangan
-          Besanya tegangan primer lebih besar dari tegangan sekunder
-          Jumlah lilitan primer lebih banyak dari jumlah lilitan sekunder
· Trafo step up
-          Untuk menaikan tegangan
-          Besarnya tegangan primer lebih kecul dari tegangan sekunder
-          Besarnya lilitan primer lebih sedikit dari lilitan sekunder
· Trafo ideal
Pada trafo ini tidak ada energi yang hilang. Jumlah energi yang masuk pada kumparan primer sama dengan jumlah energi yang keluar pada kumparan sekunder.
Pada transformator ideal berlaku persamaan :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1oMCE_iNxTuuMs4I8Pj-CL_KyHizLtBj02osjZ5V3Q6tBfZF7i2bveWQ6Wu_8K0DgoqOnz97_iClxn7KDcpEhugt29nUV5NkKEd_uhilOxhEey9zlb5zNKq4ulxl3g8v6U1cYoC4BLE4/s320/Picture2.png

0 comments:

Post a Comment