Saturday, March 2, 2013
Tak Nyamannya Perpustakaan.
Buku adalah jendela dunia, dengan buku mari kita buka
jendela dunia. Ungkapan seperti itu mungkin sudah sering kita dengar setiap
hari. Bagi seorang pelajar membaca buku itu sangat penting artinya untuk
kehidupan di masa depan nanti. Oleh karena itu, setiap sekolah membangun
pepustakaan, tempat untuk meminjam atau membaca buku disekolah. Perpustakaan
bisa diungkapakn gudangnya buku. Tidak jauh berbeda pula dengan perpustakaan di
SMP-ku yang kaya akan buku.
Akan tetapi, sangat disayangkan infrastrukutur di perpustakaan
SMP N 1 Kalasan kurang memadai. Disaat sedang asyik membaca buku, tiba-tiba
hawa panas menyerang. Hal itulah yang membuat membaca di perpustakaan tidak
nyaman lagi. Akhirnya para pembaca pun langsung meninggalkan perpustakaan,
karena suhu didalam perpustakaan yang panas. Walaupun ada banyak jendela di
perpustakaan tetapi, angin tidak selalu menghembuskan angin sejuk untuk
menyejukan udara di perpustakaan. Malah kadang-kadang, debu-debu pasirpun ikut
bertebangan masuk ke perpustakaan.
Sudah panas, banyak debu pula. Mungkin kondisi inilah yang
membuat para siswa enggan untuk meminjam buku di perpustakaan. Paling-paling
siswa meminjam buku di perpustakaan itu karena disuruh oleh guru untuk
mengerjakan tugas dengan acuan buku-buku di perpustakaan. Barulah, perpustakan
ramai pengunjung. Tetapi jika tidak disuruh, mungkin hanya 1 sampai 15 siswa
saja yang mengujungi perpustakaan untuk meminjam buku tiap harinya.
Padahal Ibu Kepala Sekolah menyerukan agar sering-seringlah
membaca buku di perpustakaan, karena banyak manfaatnya. Bagaimana mau membaca
buku di perpustakaan, jika keadaanya panas dan berdebu? Semua orang juga pasti
enggan ke perpustakaan jika keadaanya demikian. Jadi, apakah ini SMP N 1
Kalasan yang kata orang-orang muridnya cerdas-cerdas, lingkungannya bersih,
tetapi perpustakaannya belum memuaskan? Jadi, saya mohon pihak seklah agar bisa
membuat perpustakaan SMP N 1 Kalasan lebih nyaman lagi, agar para siswa dapat
membaca buku sebagaimana mestinya.
Terimakasih.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment