Saturday, March 2, 2013
Yang terhormat Ibu Kepala
Sekolah SMP N 1 Kalasan, Yang Saya Hormati Bapak/Ibu Guru, Serta Yang Saya
Sayangi kawan-kawan semua.
Selamat pagi
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan
syukur kepada Tuhan YME karena berkat hidayah dan karunianya kita dapat
berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat sentosa dan tidak kekurangan
sedikitpun. Pada kesempatan kali ini saya akan berpidato tentang pentingnya
sebuah kejujuran.
Jujur berarti tidak
berbohong, tidak berdusta, mengatakan kebenaran. Jujur itu juga berarti tulus
hati, tidak curang. Tidak curang terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Kejujuran itu merupakan keselarasan antara kata hati dengan kata yang
diucapkan, dan juga keselarasan antara kata yang diucapkan dan sikap serta
perbuatan. Contohnya, kalian bilang sama teman kalian ‘eh jangan nyontek dong’
tapi ternyata kamu sendiri juga mencontek, nah itu antara kata yang diucapkan
dengan sikap dan perbuatan tidak selaras, itu termasuk ketidakjujuran.
Kejujuran itu adalah hal yang sangat penting karena, kejujuran
menumbuhkan dapat kepercayaan, yang bisa menjadi dasar dalam kita mencari
teman.
Keluhuran budi pekerti itu akan tampak pada perkataan
dan perbuatan. Misalnya kamu sudah janji tidak akan sebarin rahasia teman
kamu tetapi kamu bohong malah nyebarin rahasianya ke teman-teman yang lain, nah
pasti teman kamu marah dan bisa-bisa kamu dijauhin teman-teman karena
kepercayaan yang sudah teman kamu kasih ke kamu tetapi kamu sia-siakan
kepercayaan itu, karena kamu berbohong. Coba kalian rasakan pasti tidak senang
berteman dengan orang yang suka bebohong, pasti semuanya ingin punya teman yang
jujur.
Kejujuran itu bisa menjadi dasar perkembangan pribadi
dan kemajuan kelompok. Karena orang jujur akan sanggup menerima kenyataan pada
diri sendiri, orang lain dan kelompok.Kejujuran juga dapat memecahkan banyak
persoalan.
Suatu pepatah mengatakan “ Kejujuran adalah perhiasan
jiwa yang lebih berkilau daripada berlian. Jadi, sudah sewajarnya jika kita
bersikap jujur. Sebagaiu orang yang beriman sudah sepantasnya kita bersikap
jujur, apa gunanya jika mempunyai berlian yang berkilau, tetapi sikapnya tidak
berkilau seperi berlian, lebih baik bersikap jujur tetapi tidak mempunyai
berlian. Karena yang bisa berkilau itu tidak hanya berlian saja tetapi
kejujuran hatipun dapat berkilau jika dirasakan sungguh-sungguh.
Tidak ada kehidupan yang bahagia, aman, tentram, dan
selamat, tanpa kejujuran. Kalau kita jujur apapun yang kita lakukan akan
disenangi oleh banyak orang. Akan tetapi sebaliknya bila kita selalu berbuat
bohong, maka akan membuat hati resah dan selalu merasa salah karena selalu
berbuat bohong.
Jika kita berbuat bohong maka kebohongan akan mendekatkan diri kepada kemunafikan, kemunafikan akan membawa kita kepada kesengsaraan, kesengsaraan membawa kita kepada kebodohan, dan kebodahan itu sendiri sangat erat hubungannya dengan kemiskinan.
Jika kita berbuat bohong maka kebohongan akan mendekatkan diri kepada kemunafikan, kemunafikan akan membawa kita kepada kesengsaraan, kesengsaraan membawa kita kepada kebodohan, dan kebodahan itu sendiri sangat erat hubungannya dengan kemiskinan.
Manfaat apabila kita berbuat jujur itu perasaan enak
dan hati senang, orang yang jujur walaupun pertama-tama terasa berat untuk
melakukannya tetapi pada akhirnya dia akan merasakan lega di dalam hatinya.
Selain itu jika kita berbuat jujur maka kita akan mendapatkan banyak teman,
seperti yang sudah saya katakan tadi. Jangan sia-siakan kepercayaan temanmu
kepadamu hanya karena masalah tidak bisa menjaga rahasia.
Sedangkan kerugian kita berbohong adalah hidup dalam
diri kita semuanya palsu penuh dengan kebohongan. Bagaimana rasanya jika hidup
ini palsu? Pasti anda akan merasakan tidak tenang, resah karena dihantui rasa
bersalah karena berbohong. Dan apabila kita berbohong otomatis kita akan susah
mencari teman. Sedangkan kitasendiri adalah makhluk sosial yang tidak dapat
hidup sendiri, jadi bagaimana kita akan hidup tetapi kita tidak punya teman.
Kaitanya saya disini membicarakan tentang kejujuran
adalah agar pada UN nanti kita dapat mengerjakannya dengan jujur. Mungkin
kalian semua pernah mendengar ungkapan “ Jujur itu Mujur”. Jika kalian berbuat
jujur pasti akan ada timbal balik positifnya, walaupun kadang tidak tidak
terasa. Itulah yang saya maksudkan, pada UN nanti saya berharap semoga kalian
nanti dapat mengerjakan ujian dengan jujur. Bagaimana caranya? Ya dengan
persiapan yang matang, yaitu belajar. Jika kalian sudah benar-benar
mempersiapkan UN, berdoa dan ditambah lagi saat mengerjakan UN kalian
mengerjakannya dengan jujur dan sungguh-sungguh, maka semua nilai yang kalian
harapkan akan terbuka lebar untuk kalian raih. Jadi persiapkan teori dan mental
kalian dalam menghadapi UN nanti agar kita dapat mengerjakan UN dengan jujur,
dan semoga saja kita akan mendapatkan nilai terbaik.
Baiklah kiranya cukup sekian pidato saya pada kali
ini, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, dan apabila ada kurang
lebihnya saya mohon maaf. sekian dari saya dan terimakasih.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment